Bubble Tea

Image

Author               : Park Lyn Hee

Main Cast          : Luhan, Oh Sehun

Genre                 : Brothership

Length               : Drabble

Rating                : G

Disclaimer        : This story is officially by me, the casts aren’t mine.

 

A/N :

Annyeonghaseyo! This is my first time to publish my fanfiction in here. Karena ini baru yang pertama kalinya, jadi nyoba yang drabble dulu ya 🙂 dan… HunHan itu OTP favorite-ku! Tapi disini aku bikin mereka menjadi adik-kakak yang ganteng manis imut dan ngegemesin yaa >.< /cium HunHan/ /ditabok HunHan shipper/

Ahh ok, daripada memperpanjang waktu karena curcol-an aku yang ga jelas, now you can read my first fanfiction. After you read this, please comment my fanfiction, karena comment dari kalian (readers) membantuku agar bisa melanjutkan untuk membuat FF yang lainnya ^^

Don’t bash, don’t plagiating, and I really hate silent readers.

Enjoy and happy reading ~

 

Luhan sedari tadi hanya duduk termenung, menatap langit sore dengan cahaya yang masuk dari jendela kamarnya. Ia terdiam di meja belajarnya, pusing memikirkan pekerjaan rumah (PR) yang kian hari makin bertambah. Waktu istirahatnya semakin berkurang. Kepalanya terasa sakit dan matanya sudah tidak bisa dikendalikan lagi karena mengantuk. Tapi karena tugasnya sebagai pelajar, ia harus mengerjakan semua pekerjaan rumah itu demi nilai kelulusan SMA nanti.

Kini ia beranjak dari meja belajar menuju tempat tidurnya. Ia merebahkan tubuhnya di kasur, memejamkan matanya sejenak sambil mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan dari iPod-nya.

Tok Tok Tok

“Siapa?” tanya Luhan.

“Aku adikmu,” sahut orang itu dari luar.

“Masuklah, pintunya tidak dikunci.”

Seorang pemuda mengintip dari arah luar, lalu ia masuk ke dalam kamar Luhan dan menutup pintunya.

“Kak, mau menemaniku, tidak?” tanya Sehun, adik Luhan yang kini masih duduk di kelas 2 SMP. Ia duduk di tepi tempat tidur kakaknya sekarang.

“Menemani untuk apa?” Luhan langsung terbangun dan duduk berhadapan dengan adiknya.

“Temani aku beli bubble tea, kak… nanti kakak aku traktir deh,” bujuk Sehun dengan tingkah kekanakkan, dan memberikan jaminan agar Luhan mau menemaninya.

“Ahh… baiklah.”

~  ~  ~

 

At Bubble Tea Café

“Kak Luhan, kakak mau bubble tea rasa apa?” tanya Sehun sembari melihat daftar menu di café bubble tea itu.

“Kalau bisa, rasa taro, tapi kalau tidak ada, rasa coklat saja,” jawab Luhan.

Okie dokie,” Sehun mengerlingkan matanya sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Luhan hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu.

Beberapa menit kemudian pesanan bubble tea mereka tiba. Mereka segera mencari tempat duduk ternyaman setelah mengantri dengan cukup lama. Dan kini mereka duduk di pojok dekat jendela café. Mereka menyeruput minuman itu dengan raut wajah serius.

“Sehunnie, jadi kan kamu mau traktir kakak?” tanya Luhan dengan ekspresi yang puas karena sudah melepas stresnya dengan meminum segelas bubble tea rasa taro.

“Iya kakakku yang tersayang, tenang saja,” jawab Sehun sambil tersenyum.

“Terima kasih, Sehunnie.”

“Sama-sama kak.”

END

Menurut readers, ceritanya gimana? Bagus ga? Atau aneh? -_-

Hahaha, kalo agak aneh maklum, kan pemula… /kedip kedip/

Ok, comment please ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s